ikat ilmu dengan menulis
  Civil Engineering
 

Saat ini perencana struktur dalam menjalankan profesinya
menjadi sangat terbantu dengan berkembangnya program analisa struktur, bahkan
dalam program tersebut sudah dilengkapi dengan sarana desain baik untuk struktur
beton, struktur baja, struktur kayu maupun struktur komposit.

Hampir semua program analisa struktur tersebut menggunakan  metode elemen hingga (finete element method / FEM)
yang dirancang sedemikian lengkap, dan interaktif sekali (user friendly) sehingga bagi yang tidak paham FEM pun
seakan-akan menjadi ahli dalam analisa struktur.

Pernah seorang
arsitek  menemui saya dengan membawa program analisa struktur yang cukup
terkenal (SAP2000) dan memperlihatkan hasil kerjanya dalam menggunakan SAP2000
untuk proyek yang sedang dia hadapi, tentunya saya sangat surprise atas
kemampuannya tersebut,
padahal saya tahu dia tidak pernah sama sekali
mempelajari FEM, juga  tidak pernah mempelajari Matrix Structural Analysis
(MSA). Bahkan hebatnya dia mengatakan, "profilnya kuat semua pak, hasil desain
bajanya tidak ada yang merah". Karena penasaran dan ingin tahu saya coba melihat
ke komputernyanya, saya periksa difinisi material, dimensi profil (frame),
restrain(perletakan), beban dan lainnya, hasilnya saya menemukan kesalahan
disana-sini dan yang paling fatal kesalahan pada penentuan restrain perletakan,
tentu saja setelah diperbaiki dan di run lagi, struktur tersebut menjadi tidak
kuat. Ini bisa terjadi karena software tidak menjamin bahwa data yang di-input
akan memberikan hasil (output) yang sesuai dengan fungsi struktur yang
diharapkan, kasus yang mirip bisa saja terjadi pada hasil kerja seorang teknik
sipil
dengan tingkat kesulitan yang lebih banyak.

Hasil kerja yang menggunakan software ibarat "the man behind the gun", serahkan
pekerjaan pada ahlinya. Untuk perencana struktur mutlak diperlukan pemahaman
dasar-dasar analisa struktur yaitu MSA dan FEM ditambah
pengetahuan modelisasi struktur (MS) baru ketrampilan menggunakan
software struktur (SS) dilengkapi pemahaman ilmu desain (beton,
baja
, pondasi), sehingga bisa diharapkan hasil yang maksimal.

Selamat berkarya.

(Mohd. Badri)

 

dikutip ulang dari http://itsindo.org



Comments on this page:
Comment posted by ultram online unprescibed( m.fourniereesi.eu ), 03/18/2012 at 1:51am (UTC):
Paki, aunque con retraso, te comunico que todos los que lo solicist teis a trav s de los coemntarios est is admitidos/as


Comment posted by Deyalena( eskimointexasatt.net ), 02/23/2012 at 6:54am (UTC):
apik !!aq parenh denger yang tempatsampah dipake multifungsi..salah satunya ya dipake buat pot tanaman kayak gini sipp..jadi terpikir buat ngsh tau temen2 ristek buat ngrealisasiin ini ..

Comment posted by Raden Mas Sudarto( g_t_sudyahoo.com ), 11/22/2008 at 9:23am (UTC):
wuih bener tuh mas fajrin, kekuatan feeling engineering qt sangat di butuhkan saat menginputkan parameter2 di software. Apapun yang qt masukkan ke software tetep akan di hitung oleh software. klo yg qt masukkan sampah ya kluarnya sampah, gitu to...Apalagi untuk SAP2000 yang versi di atas 7, meskipun struktur qt salah dia tetap ngerun,tp hasilnya ya salah semua. Hati-hati tidak semua buku2 tutorial itu benar, apalagi masalah konversi penentuan peraturn yg dipakai di indonesia (SNI), dan feeling structural engineerny



Add comment to this page:
Your Name:
Your Email address:
Your website URL:
Your message:

 
  Today, there have been 11 visitors (51 hits) on this page! ©Copyright 2008 by FajreenBenSatar  
 
This website was created for free with Own-Free-Website.com. Would you also like to have your own website?
Sign up for free